Jumat, 06 Februari 2026

Review Jajanan Pasar Favorit: Cita Rasa Tradisional yang Tak Pernah Kehilangan Penggemar

 

Review Jajanan Pasar Favorit: Cita Rasa Tradisional yang Tak Pernah Kehilangan Penggemar

Review Jajanan Pasar Favorit

Di tengah maraknya dessert modern, minuman kekinian, dan jajanan viral yang datang silih berganti, jajanan pasar tradisional tetap punya tempat istimewa di hati banyak orang. Tidak perlu kemasan mewah atau topping berlapis-lapis, jajanan pasar justru tampil sederhana—namun soal rasa, jangan diremehkan.

Lewat tulisan ini, Catatan PAHUPAHU mengajak pembaca bernostalgia lewat review jajanan pasar favorit yang masih eksis sampai sekarang. Jajanan yang mungkin sering kita temui di pasar tradisional, acara keluarga, hajatan, hingga pengajian. Murah, merakyat, dan penuh cerita.

Mengapa Jajanan Pasar Selalu Dicari?

Sebelum masuk ke daftar jajanan, ada satu pertanyaan menarik: kenapa jajanan pasar tidak pernah benar-benar ditinggalkan?

Jawabannya sederhana:

·         Rasanya familiar

·         Harganya ramah di kantong

·         Sarat kenangan masa kecil

·         Menggunakan bahan alami

·         Dibuat dengan resep turun-temurun

Jajanan pasar bukan sekadar makanan ringan. Ia adalah bagian dari budaya makan orang Indonesia. Bahkan, banyak orang yang mengaku belum “sarapan” kalau belum mencicipi kue pasar.

Penerbitan dan Percetakan Buku Cemerlang | CV. Cemerlang Publishing (cvcemerlangpublishing.com)

1. Klepon – Si Hijau Kecil yang Meledak di Mulut

Kalau bicara jajanan pasar favorit, klepon hampir selalu masuk daftar teratas.

Bentuknya kecil, bulat, berwarna hijau dari daun pandan atau suji. Namun jangan tertipu ukurannya. Begitu digigit, gula merah cair di dalamnya langsung lumer di mulut. Sensasi manis, kenyal, dan gurih dari kelapa parut adalah kombinasi yang sulit dilupakan.

Kelebihan klepon:

·         Tekstur kenyal pas

·         Rasa manis tidak berlebihan

·         Cocok untuk semua usia

Tak heran jika klepon sering disebut sebagai ikon kue tradisional Indonesia.

2. Onde-onde – Legendaris dan Mengenyangkan

Onde-onde adalah contoh jajanan pasar yang sukses bertahan lintas generasi. Lapisan luar wijen yang renyah berpadu dengan kulit kenyal dan isian kacang hijau yang lembut.

Ada dua tipe onde-onde yang umum:

·         Onde-onde isi kacang hijau

·         Onde-onde kosong (tanpa isian)

Keduanya sama-sama punya penggemar setia. Selain enak, onde-onde juga cukup mengenyangkan, sehingga sering jadi pilihan camilan pagi atau sore.

3. Dadar Gulung – Manis, Lembut, dan Wangi

Dadar gulung adalah bukti bahwa jajanan pasar tradisional tidak perlu ribet untuk terasa nikmat. Kulitnya tipis, lembut, dan berwarna hijau dengan aroma pandan yang khas. Di dalamnya terdapat isian kelapa parut dan gula merah yang manis legit.

Kunci kelezatan dadar gulung ada pada:

·         Kulit yang tidak kering

·         Isian yang lembap

·         Aroma pandan alami

Dimakan satu sering tidak cukup. Ini jajanan pasar yang bikin “nambah tanpa sadar”.

4. Kue Lapis – Cantik, Lembut, dan Nostalgik

Kue lapis termasuk kue pasar legendaris yang selalu menarik perhatian karena warna-warninya. Lapisan demi lapisan bukan hanya soal tampilan, tapi juga soal kesabaran dalam proses pembuatannya.

Teksturnya lembut, sedikit kenyal, dan manisnya pas. Banyak orang punya kebiasaan unik saat memakannya: mengupas lapisan satu per satu.

Kue lapis bukan cuma jajanan, tapi juga permainan kecil yang menyenangkan.

5. Lemper – Klasik dan Mengenyangkan

Kalau jajanan pasar lain cenderung manis, lemper hadir sebagai penyeimbang. Terbuat dari ketan dan diisi ayam suwir berbumbu, lemper adalah camilan yang serius.

Dibungkus daun pisang, aroma lemper semakin menggoda. Rasanya gurih, legit, dan mengenyangkan. Cocok untuk yang tidak terlalu suka jajanan manis.

Dalam banyak acara resmi maupun tradisional, lemper hampir selalu hadir sebagai pilihan utama.

6. Nagasari – Lembut dan Menenangkan

Nagasari adalah jajanan pasar berbahan dasar tepung beras dan santan, dengan isian pisang di tengahnya. Teksturnya lembut, rasanya gurih-manis, dan aromanya khas karena dibungkus daun pisang.

Ini tipe jajanan yang tidak “menyerang” lidah, tapi justru menenangkan. Sangat cocok dinikmati sore hari sambil minum teh hangat.

7. Getuk – Sederhana Tapi Penuh Rasa

Getuk mungkin terlihat paling sederhana dibanding jajanan pasar lainnya. Terbuat dari singkong yang dihaluskan dan diberi gula serta pewarna alami, getuk sering disajikan dengan taburan kelapa parut.

Namun di balik kesederhanaannya, getuk punya rasa yang khas dan tekstur yang unik. Ini adalah contoh aneka jajanan pasar yang lahir dari kreativitas rakyat dengan bahan seadanya.

Jajanan Pasar dan Identitas Budaya

Setiap daerah di Indonesia punya versi jajanan pasarnya sendiri. Nama boleh berbeda, bentuk boleh mirip, tapi ceritanya selalu lokal.

Itulah mengapa review jajanan pasar bukan hanya soal rasa, tapi juga soal identitas. Jajanan ini tumbuh bersama masyarakat, menjadi bagian dari ritual sosial, dan sering hadir di momen-momen penting.

Bertahan di Tengah Serbuan Jajanan Modern

Meski banyak jajanan modern bermunculan, jajanan pasar tetap bertahan. Bahkan, belakangan mulai naik kelas:

·         Dikemas lebih menarik

·         Dijual di kafe tradisional

·         Dijadikan menu nostalgia

Ini bukti bahwa jajanan pasar tidak ketinggalan zaman. Justru, ia beradaptasi tanpa kehilangan jati diri.

Penutup: Jajanan Pasar Bukan Sekadar Camilan

Lewat review jajanan pasar favorit ini, kita diingatkan bahwa makanan sederhana sering kali punya makna paling dalam. Ia menyimpan kenangan, kebiasaan, dan rasa kebersamaan.

Di setiap gigitan klepon, lapisan kue lapis, atau potongan lemper, ada cerita panjang tentang dapur-dapur kecil, pasar pagi, dan tangan-tangan terampil yang menjaga tradisi.

Dan selama masih ada orang yang merindukan rasa rumah, jajanan pasar tradisional akan selalu punya tempat—di meja, di hati, dan di ingatan.


Penerbitan dan Percetakan Buku Cemerlang | CV. Cemerlang Publishing (cvcemerlangpublishing.com)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar