Kamis, 19 Februari 2026

Belajar Public Speaking Lewat Video: Latihan Ngomong Tanpa Harus Punya Panggung

 

Belajar Public Speaking Lewat Video: Latihan Ngomong Tanpa Harus Punya Panggung

Belajar Public Speaking Lewat Video

Kalau ada satu hal yang dulu paling saya hindari waktu sekolah, itu adalah: maju ke depan kelas.

Bukan ulangan.
Bukan tugas kelompok.

Tapi… presentasi.

Deg-degan duluan. Tangan dingin. Suara tiba-tiba serak. Padahal cuma disuruh jelasin materi lima menit.

Lucunya, otak sebenarnya tahu jawabannya. Tapi begitu berdiri di depan orang banyak, semua hilang. Blank. Kayak file di-delete.

Sejak saat itu saya selalu percaya satu hal:
“Saya emang nggak bakat ngomong di depan umum.”

Titik.

Sampai akhirnya saya sadar, mungkin bukan nggak bakat.
Mungkin cuma kurang latihan.

Dan latihan paling aman ternyata bukan di panggung.
Tapi… lewat video.

Kedengarannya sepele ya? Tapi efeknya lumayan ajaib.

Public Speaking Itu Bukan Buat MC Saja

Dulu saya kira public speaking itu cuma buat:

·         pembawa acara

·         dosen

·         motivator

·         YouTuber

·         atau orang super percaya diri

Saya? Cukup jadi pendengar saja.

Tapi makin ke sini, saya sadar: hampir semua orang butuh public speaking.

Presentasi kerja.
Rapat.
Wawancara.
Ngasih pendapat.
Bahkan cuma cerita di depan teman.

Semua itu sebenarnya bentuk “berbicara di depan orang”.

Artinya, kita nggak bisa benar-benar menghindar.

Cepat atau lambat, tetap harus ngomong juga.

Dan daripada panik setiap kali disuruh bicara, kenapa nggak pelan-pelan belajar?

Kenapa Lewat Video?

Saya termasuk orang yang gampang canggung kalau latihan langsung di depan orang.

Baru dua orang lihat saja, sudah salah tingkah.

Akhirnya malah nggak jadi latihan.

Nah, video itu rasanya seperti jalan tengah.

Nggak sendirian banget, tapi juga nggak ditonton orang.

Aman. Nggak ada yang nilai. Nggak ada yang ketawa.

Kalau jelek? Hapus saja.

Simple.

Dan justru karena santai itu, kita jadi berani coba.

Pertama Kali Ngomong ke Kamera

Pengalaman pertama? Canggung parah.

Saya taruh HP di meja. Nyalakan kamera. Lalu mulai ngomong.

Dan… aneh banget.

Baru lima detik sudah lupa mau ngomong apa.

Lihat muka sendiri di layar malah makin gugup.

Suara terasa aneh. Gestur kaku. Senyum maksa.

Rasanya pengen menyerah.

Tapi pas dipikir-pikir, ya wajar. Kita jarang lihat diri sendiri ngomong.

Biasanya kan cuma dengar suara dari dalam kepala, bukan dari luar.

Jadi terasa asing.

Tapi justru di situlah latihan dimulai.

Video Itu Jujur Banget

Hal yang bikin video efektif adalah: dia jujur.

Nggak ada filter.

Semua kelihatan.

Kita baru sadar:

“Oh, ternyata saya sering bilang ‘eee…’ ya.”
“Lho, kok ngomongnya nunduk terus?”
“Kenapa tangan nggak bisa diam begini?”
“Cepat banget ngomongnya, kayak dikejar setan.”

Hal-hal kecil yang selama ini nggak kita sadari.

Kalau cuma latihan di kepala, kita merasa sudah oke.

Tapi begitu lihat rekaman? Kenyataannya beda.

Agak nyesek sih. Tapi justru bagus.

Karena dari situ kita tahu apa yang perlu diperbaiki.

Latihan Tanpa Tekanan

Yang saya suka dari latihan lewat video adalah: bebas tekanan.

Mau salah sepuluh kali? Nggak masalah. Ulang saja.

Mau berhenti di tengah? Bisa.

Mau rekam 20 kali sampai puas? Silakan.

Nggak ada yang protes.

Ini beda banget kalau latihan langsung di depan orang. Salah sedikit langsung malu.

Kalau sendirian, kita lebih berani eksperimen.

Coba gaya santai.
Coba lebih pelan.
Coba senyum.
Coba pakai tangan.

Semua bisa dicoba tanpa takut dinilai.

Mulai dari Hal Sederhana

Dulu saya kira latihan public speaking harus pakai materi berat.

Ternyata nggak.

Justru mulai dari yang receh.

Misalnya:

·         cerita kegiatan hari ini

·         review film yang baru ditonton

·         jelasin hobi sendiri

·         pura-pura presentasi produk

·         atau sekadar cerita pengalaman lucu

Yang penting ngomong.

Bukan isinya dulu, tapi kelancarannya.

Kayak olahraga. Yang penting gerak dulu.

Nggak harus langsung angkat beban berat.

5–10 Menit Sehari Sudah Cukup

Saya pernah terlalu semangat: latihan satu jam.

Hasilnya? Capek. Bosan. Besoknya males.

Akhirnya sekarang santai saja.

5–10 menit sehari.

Rekam satu video pendek. Lihat ulang. Evaluasi sedikit.

Udah.

Tapi karena rutin, efeknya terasa.

Lama-lama ngomong jadi lebih natural.

Nggak terlalu mikir. Nggak terlalu tegang.

Seperti otot yang mulai terbiasa.

Belajar dari Orang Lain Juga

Selain rekam diri sendiri, video juga enak buat belajar dari orang lain.

Sekarang banyak banget:

·         TED Talk

·         presentasi

·         podcast video

·         konten edukasi

·         YouTuber yang jago storytelling

Saya sering nonton sambil merhatiin:

“Kenapa dia enak didengar, ya?”
“Oh, ternyata dia jeda di sini.”
“Gesturnya santai.”
“Matanya lihat kamera, bukan ke bawah.”

Dari situ kita nyolong ilmu kecil-kecil.

Nggak perlu teori ribet. Cukup amati.

Kadang cuma satu trik sederhana sudah bikin beda.

Pelan-Pelan Rasa Takut Berkurang

Yang paling terasa bukan cuma skill naik.

Tapi rasa takutnya berkurang.

Dulu lihat kamera saja grogi. Sekarang biasa aja.

Dulu ngomong 1 menit ngos-ngosan. Sekarang 5–10 menit santai.

Bukan karena tiba-tiba jadi jago.

Tapi karena otak sudah terbiasa.

Ternyata banyak ketakutan itu cuma karena jarang mencoba.

Begitu sering dihadapi, ya biasa saja.

Seperti pertama kali naik sepeda. Awalnya gemetar. Lama-lama santai.

Bonus: Jadi Lebih Kenal Diri Sendiri

Lucunya, latihan ngomong ke kamera bikin saya lebih kenal diri sendiri.

Saya jadi tahu:

·         gaya bicara saya seperti apa

·         ekspresi wajah saya

·         kebiasaan kecil yang aneh

·         cara saya menyampaikan cerita

Rasanya seperti lihat versi lain dari diri sendiri.

Agak malu sih kadang. Tapi juga seru.

Karena kita jadi sadar: “Oh, ternyata saya begini, ya.”

Dan dari situ kita bisa pelan-pelan memperbaiki.

Nggak Harus Jadi Pembicara Hebat

Tujuan saya bukan jadi motivator panggung atau MC profesional.

Nggak.

Saya cuma pengen:

·         ngomong lebih jelas

·         nggak gugup waktu presentasi

·         bisa cerita tanpa belepotan

·         lebih percaya diri

Itu saja sudah cukup.

Kadang kita terlalu tinggi pasang target, jadi malah nggak mulai-mulai.

Padahal peningkatan kecil pun sudah berharga.

Sedikit lebih berani dari kemarin, itu sudah menang.

Coba Saja Dulu

Kalau kamu merasa:

“Saya nggak jago ngomong…”
“Saya pemalu…”
“Saya grogian…”

Mungkin bukan nggak bisa. Mungkin cuma belum latihan.

Coba deh.

Ambil HP. Nyalakan kamera. Rekam 2–3 menit saja.

Nggak usah serius. Anggap ngobrol sama diri sendiri.

Nonton ulang. Ketawa sedikit. Lalu coba lagi besok.

Pelan-pelan.

Karena public speaking itu bukan bakat lahir.

Lebih mirip kebiasaan.

Semakin sering dilakukan, semakin biasa.

Dan siapa tahu, beberapa bulan lagi kamu kaget sendiri:

“Kok sekarang saya lebih pede, ya?”

Padahal awalnya cuma iseng ngomong ke kamera di kamar.

Begitulah.

Kadang panggung terbaik buat belajar bukan di depan banyak orang.

Tapi di ruang kecil, sendirian, ditemani layar HP.

Latihan pelan-pelan. Tanpa drama.

Sampai akhirnya, tanpa sadar, suara kita menemukan bentuknya sendiri.

Salam santai dari
Catatan PAHUPAHU 🎤


 Penerbitan dan Percetakan Buku Cemerlang | CV. Cemerlang Publishing (cvcemerlangpublishing.com)

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar